Kata Kunci: "Tips dan Trik"
Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts
no image

Modal memang salah satu faktor penting dalam menjalankan usaha, apapun usaha atau bisnisnya tidak akan terlepas dari modal. Banyak diantara kita yang sedang memikirkan atau mau menjalankan suatu usaha namun mengurungkan niatnya karena tidak mempunyai modal yang memadai atau bahkan tidak mempunyai modal sama sekali. Bagi anda yang pernah mengalami hal demikian, jangan pernah putus asa atau bahkan mengurungkan niatnya untuk memulai. Percaya atau tidak, jika kita bertekad untuk melakukan atau menjalankan suatu bisnis, pasti Tuhan akan memberikan jalan. Walaupun memang tidak segampang seperti yang dikira, pengalaman kami, Tuhan selalu memberikan jalan dengan cara yang tidak terduga.

Seperti yang sudah saya bahas pada artikel Peluang Usaha Jualan Baju dan Produk Fashion, kami memulai usaha ini dengan modal yang tidak besar, hanya 3 Juta rupiah, itupun hasil pinjaman dari Bank. Setelah usaha ini berjalan, kami sempat mengalami "kebanjiran orderan" hingga modal usaha kami tidak mencukupi untuk memenuhi orderan tersebut. Hal tersebut tentu saja akan berakibat buruk pada kelangsungan usaha apabila tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Selain resiko kehilangan keuntungan, juga resiko kehilangan kepercayaan dari konsumen.

Untuk mengatasi kekurangan modal tersebut, salaha satu tips mendapatkan modal usaha adalah meminjam modal kepada teman dekat. Pada prakteknya, mungkin anda akan bertanya, "siapa atau teman yang mana yang bisa meminjamkan uang kepada saya?". Memang tidak gampang untuk membuat orang percaya sehingga dia mau meminjamkan uangnya, tapi kalau kita menyampaikan niat dengan benar, maka terbukti, saya sampai saat ini mempunyai 5 orang "pemegang saham" yang diantaranya adalah Ibu dan 4 orang teman.

Yang dimaksud dengan menyampaikan niat dengan baik adalah, pastikan kita mempersiapkan data yang bersangkutan dengan usaha yang kita jalankan ketika bermaksud untuk meminjam uang sebagai modal usaha kepada teman atau siapapun. Data yang harus dipersiapkan diantaranya adalah:
  • Profile Usaha (Bisa disampaikan dengan lisan)
  • Data orderan yang belum terpenuhi, buatlah list orderan yang belum terpenuhi tersebut di Microsoft Excel misalnya.
  • Jumlah uang yang hendak dipinjam beserta sistem bagi hasilnya. Sebagai konsekuensi kita meminjam uang kepada orang lain untuk dipakai usaha tertentu, maka timbul yang disebut bagi hasil. Untuk itu, hitunglah keuntungan yang akan didapatkan, kemudian bagi prosentasenya untuk yang punya modal berapa dan untuk kita berapa. Biasanya sistem bagi hasil tersebut tidaklah lebih dari 50% dari keuntungan, syukur-syukur si pemberi modal sepakat untuk menerima bagi hasil kurang dari 50% dari keuntungan.
  • Jangan lupa siapkan surat perjanjian modal usaha, surat perjanjian sangatlah penting bagi kedua belah pihak. Bagi si peminjam setidaknya dia akan mendapatkan jaminan secara hukum sehubungan dengan sejumlah uang yang dipinjamkannya. Bagi kita juga demikian, ada jaminan hukum sehubungan dengan niat kita untuk meminjam uang sebagai modal usaha.
Dengan kelengkapan data tersebut diatas, akan membantu mempermudah mendapatkan modal usaha, setidaknya itu yang kami alami. Pada suatu ketika, kami membutuhkan dana yang cukup besar, sekitar 5 Juta rupiah... cukup besar memang, apalagi disaat-saat ekonomi susah seperti ini. Setelah mencoba meminjam modal kepada teman dekat tidak berhasil, ada salah satu teman yang menunjukan atau mereferensikan tetangganya sebagai penyandang dana. Disinilah kelengkapan data tersebut diatas akan terasa manfaatnya. Setelah kami mempresentasikan maksud kami kepada beliau dengan data tersebut, Alhamdulillah, tidak sulit untuk mendapatkan kepercayaan.

Ketika kita mendapatkan modal usaha dari pinjaman, maka jangan lupa untuk memberikan atau membagi hasil keuntungan kepada pemberi pinjaman atau modal. Tapi ingat, niatkan pemberian tersebut sebagai bagi hasil bukan bunga agar aman secara hukum Islam. Kelebihannya adalah "berbagi", kita diabantu atas kesulitan modal dan dengan senanghati kita membagi hasil usaha dari modal yang terpakai.

Hal lain yang harus diperhatikan saat meminjam modal adalah surat perjanjian. Selalu-lah berhati-hati dalam hal yang bersangkutan dengan masalah pinjam meminjam. Paling tidak konsultasilah kepada teman yang mengerti masalah hukum sebelum membuat perjanjian pinjaman modal. Dengan demikian, isi surat perjanjian tersebut tidak akan merugikan salah satu pihak ketika suatu saat terjadi perselisihan.

Sistem Bagi Hasil yang Kami Tawarkan
Seperti yang sudah saya jelaskan, setiap mendapatkan modal usaha dari hasil pinjaman, akan selalu timbul pembagian hasil. Setelah melalui beberpa perhitungan yang logis dari data orderan, kami mempunyai 2 sistem bagi hasil sebagai berikut:
  • Long Time System, saya terapkan sistem ini kepada teman dekat dengan memberikan 10% dari modal yang dipakai setiap bulannya. Misalkan teman kita memberikan modal usaha 2 Juta rupiah, berarti saya berkewajiban untuk memberikan 2 Ratus Ribu Rupiah sebagai bagi hasil. Hal yang harus diperhatikan pada sistem ini adalah, jangan sampai modal yang dipakai tersebut lebih dari 2 Juta, karena memang 10% merupakan nilai yang besar untuk diberikan setiap bulannya.
  • Short Time System, untuk modal yang berjumlah cukup besar, kisaran 3 juta keatas, sebaiknya jangan menggunakan Long Time System, dimana kita menggunakan uang tersebut dalam waktu yang lama. Pastikan uang modal dikembalikan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun dengan sistem bagi hasil yang sudah disepakati bersama.
Hal yang harus diperhatikan dalam sistem bagi hasil dari modal usaha adalah, pastikan anda memperhitungkan keuntungan dengan benar, sehingga nilai bagi hasil tidak merugikan salah satu pihak.
no image

Kali ini kami akan memberikan beberpa tips yang kami lakukan meningkatkan omzet penjualan baju dan produk fashion lainnya. Direct Selling... bahasa kerennya usaha yang sedang kami jalankan saat ini memang sangat bergantung pada usaha yang kami lakukan untuk banyak-banyak mendapatkan konsumen. Teorinya, penjualan hanya akan terjadi jika kita mendatangi sendiri calon pembeli secara langsung. Keterbatasan waktu dan ruang menjadi masalah bagi kami saat itu.

Di tempat saya bekerja, terdapat 3 gedung utama yang terpisah sehingga tidak memungkinkan bagi kami untuk menjelajah semua gedung untuk mendapatkan peluang penjualan. Walaupun memang penjualan bisa saja terjadi dari mulut-kemulut tapi jangan pernah hanya mengandalkan katalog kita akan beredar dengan sendirinya.

Untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, kami mempunyai ide untuk merekrut 3 orang perwakilan dari setiap gedung sebagai sub-agen. Alhamdulillah, kami diberikan kemudahan saat itu, ada beberapa konsumen yang menawarkan diri menjadi sub-agen. Setelah itu, katalog-katalog kami dapat menyebar ke seluruh bagian di PT 3 gedung tersebut.

Dengan mempunyai sub-agen, kami tidak perlu repot-repot lagi menawarkan produk ke setiap orang, orderan akan datang dengan sendirinya. Sebagai konsekuensinya, kami memberikan jasa sebesar 10% dari total penjualan sub-agen. Kami kira 10% persen merupakan nilai yang wajar dibandingkan dengan kenaikan omzet penjualan yang berlipat-lipat.

Setelah yakin dengan teknik diatas, terfikir untuk lebih memperluas jaringan ke PT-PT lain dengan cara yang sama yaitu merekrut beberapa sub-agen lagi. Ternyata untuk merekrut salesman di PT lain tidak semudah dengan di tempat kita bekerja. Untuk mempermudah merekrut sales agen di luar, kami membuat brosur penawaran untuk bergabung sebagai mitra kami yang berisi ajakan untuk menjual produk fashion dengan jasa 10% dari total penjualan.

Dengan brosur, kita lebih leluasa menjelaskan sitem dan tata cara jual beli yang kita lakukan. Akhirnya setelah beberapa kali berusaha, mulai dari berkeliling ke PT-PT menyebarkan brisur tersebut sampai menitipkannya ditempat orang-orang nongkrong atau melakukan aktifitas, ada beberapa yang berminat. Akhirnya kami-pun memiliki perwakilan di PT lain. Tidak lama kemudian, omzet penjualan berhasil naik berlipat-lipat.

Setelah itu, ternyata obsesi ini belum terpenuhi juga, kefikiran lagi untuk memperluas jaringan ke luar kota, luar profinsi, Luar negeri... he...he... Jangan mimpi kaleeeee...! As you see... inilah yang sedang kami lakukan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan mitra usaha di luar daerah. Wish me luck....!

Selain ruang dan waktu, permasalahan lainnya adalah titik jenuh konsumen. Mau tidak mau, setiap barang atau produk yang dikonsumsi akan menemui titik jenuhnya. Teorinya sangat sulit bagi seorang konsumen untuk membeli produk yang kita tawarkan berkali-kali, sedangkan keinginan kita adalah mempunyai konsumen yang loyal terhadap baju, sepatu, tas dan jaket serta produk fashion lainnya yang kita tawarkan. Ternyata dengan memiliki banyak Katalog baju, sepatu, celana, busana muslim yang beredar di pasaran tidak cukup untuk menangani masalah titik jenuh tersebut.

Solusinya adalah inovasi... Ya, berinovasi untuk terus menghadirkan produk yang berbeda ke konsumen. Di luar sana masih banyak produk tas, sepatu, kaos, busana muslim yang belum mempunyai katalog. Hal tersebut kami manfaatkan untuk menyusunnya menjadi sebuah katalog kecil. Untungnya suami saya cukup pandai mendesign katalog dengan tampilan yang cukup menawan.

Alhamdulillah trik untuk meningkatkan omzet penjualan yang kedua ini cukup handal mengatasi kejenuhan calon pembeli. Selain memperkaya katalog yang kita punya, untuk produk spesial ini harga jual bisa kita sesuaikan sendiri menurut kualitas dan pengorbanan yang kita keluarkan.

Menarik bukan...! Dari pengalaman kami diatas, dapat diambil kesimpulan, jika anda berminat untuk menjadi Agen atau member produk Fashion baik itu MLM Fashion atau Non MLM, maka memperluas jaringan dan inovasi menjadi hal penting dalam meningkatkan omzet penjualan.
no image

Kami bekerja di salah satu perusahaan Jepang yang cukup terkenal dan mempunyai Brand Image yang diakui di pasaran, yang terletak di daerah Cikarang, Bekasi. Suami saya sudah 6 tahun bekerja disana, sedangkan saya baru 4 tahun. Di awal usia pernikahan kami, tidak pernah terfikir untuk mencari peluang usaha yang lain, karena kami merasa gaji kami berdua sudah lebih dari cukup, apalagi saat itu pekerjaan di PT sedang banyak-banyaknya sehingga uang lemburan-pun terus mengali.

Seiring waktu berjalan, lahirlah anak pertama kami pada bulan September 2007 dengan operasi sesar. Ya, suasana rumah tangga-pun mulai berubah, begitupun dengan pemenuhan kebutuhan. Waktu itu sedang jor-joran kredit ini, kredit itu untuk melengkapi peralatan rumah tangga dan lain sebagainya. Tidak terfikir sebelumnya, dengan lahirnya buah hati kami yang pertama kebutuhan-pun akan meningkat drastis, terutama susu bayi yang memang harganya selangit. Akhirnya kami mengalami tahun-tahun besar pasak daripada tiang.

Dari sana mulai terfikir untuk mencari uang tambahan selain dari gaji bulanan yang kita terima. Suami saya sempat membuka les private komputer, service dan jual beli komputer. Namun tidak berjalan mulus dikarenakan minat dan permintaan terhadap komputer masih sangat minim di daerah kami. Kehidupan-pun tidak menjadi lebih baik, tagihan bank, tagihan kartu kredit dan tagihan kredit barang menjadi momok menakutkan bagi kami pada waktu itu. Sempat beberapa bulan, gaji kami hanya cukup untuk membayar tagihan-tagihan tersebut, sehingga untuk biaya hidup, kami berusaha mencari pinjaman ke teman, orang tua bahkan tetangga. Sungguh kondisi perekonomian yang sama sekali tidak pernah saya perkirakan sebelumnya.

Disaat kondisi ekonomi kami yang belum pulih, kami diberi kebahagiaan yang kedua dengan lahirnya anak laki-laki kami bulan Juni 2009, bahagia campur duka... Terlintas di hati... Ya Allah, bagaimana kami mencukupi kebutuhan kedua anak kami, sedangkan kondisi kami sedang kesusahan...
Dengan keyakinan Allah SWT akan memberikan jalan bagi kita untuk merubah nasib keluarga kami menjadi lebih baik, kamipun terus bertahan melewati hari-hari tanpa uang lebih bahkan kekurangan. Pada awalnya, hari Sabtu pada bulan November 2009, saya mengajak anak saya yang pertama untuk gunting rambut ke salon. Setelah selesai, anak saya meminta minum dan kebetulan kami tidak membawa air dari rumah... akhirnya saya melangkah ke sebuah warung yang tidak jauh dari salon tersebut. Disebelah warung tersebut, ada gerai/stockist busana muslim, sebenarnya sudah dari dulu saya mengetahui keberadaan gerai tersebut, bahkan setiap hari saya duduk di terasnya menunggu bus jemputan kerja, namun tidak pernah sama sekali ada keinginan untuk masuk atau sekedar melihat-lihat pakaian yang dijual. Tapi entah kenapa pada hari itu kaki saya sangat ringan melangkah masuk ke stockist tersebut, padahal saya tidak bawa uang sama sekali. Untungnya ibu penjaga toko sangat baik dan ramah melayani saya bahkan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya lontarkan. Disaat pembicaraan antara kami berjalan, saya melihat ada beberapa Katalog Fashion di atas etalase, lalu saya baca dan saya lihat-lihat isinya, langsung saja terlintas di fikiran saya "kalau saya sebarkan dan perlihatkan katalog-katalog ini ke teman-teman di PT mungkin ada yang tertarik, karena sebagian teman saya berkerudung". Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminjam katalog di toko tersebut.

Katalog Fashion yang saya pinjam saat itu adalah Katalog Qirani dan Toyusin dan saya menanyakan keuntungan bagi saya berjualan, minimum order dan detail lainnya sampai ke retur atau komplain customer. Setelah banyak menerangkan sistemnya, ibu tersebut menawarkan satu produk katalog MLM Paloma, mungkin ini kali pertama saya melihat-lihat katalog fashion, dan saya terkaget-kaget ketika melihat harga-harga yang tertera di katalog... dalam hati saya bilang "mahal-mahal banget harganya, apakah bisa laku di PT dan apa ada yang mau jadi membernya?". Setelah diperbolehkan meminjam beberapa katalog pakaian dan MLM tersebut, saya pulang dan memperlihatkan kepada suami saya dan membicarakan maksud saya untuk berjualan. Tanggapannya waktu itu terkesan biasa saja bahkan sempat menurunkan semangat saya dengan alasan, "Kita tidak punya modal untuk berjualan barang yang mahal-mahal ini, lagian mamah tau sendiri temen-temen di tempat kerja sudah terbiasa memberli barang dengan cara mencicil. Apa kita sanggup menyediakan modal yang cukup?".

Sebenarnya saya ragu untuk menawarkan Katalog Paloma ke teman-teman, karena harga produknya yang selangit. Tapi daripada mubazir, sudah dipinjamkan tapi tidak dimanfaatkan, akhirnya saya nekat menawarkan ke teman-teman dekat satu bagian. Diluar dugaan, sambutan mereka cukup antusias terhadap katalog-katalog yang saya bawa termasuk paloma, bahkan hari itu juga ada beberapa teman yang order.. bahkan ada yang memesan lebih dari 3 barang, subhanAllah... benar-benar diluar dugaan.

Dari sana, semangat saya mulai terpompa untuk berjualan. Sampai dirumah, saya ceritakan semuanya kepada suami dan alhamdulillah kali ini suami mendukung sambil terheran-heran... "barang segitu mahal masih ada aja yang mau beli, bahkan banyak lagi ordernya...". Setelah kalkulasi jumlah orderan teman2 sekitar 2 Juataan, lalu kami tersadar, dari mana kami mendapatkan modal untuk memenuhi order ini. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil pinjaman ke bank yang memang pada saat itu sedang promo ke PT tempat saya bekerja, jadi prosesnya tidak terlalu lama. Setelah dipotong pembayaran ini itu, sisa uang kami adalah Rp. 3.000.000,- Tiga Juta Rupiah sebagai modal awal usaha kami.

Pelajaran pertama yang kami dapatkan adalah:
  • Jangan pernah menilai selera calon pembeli secara sepintas, kita tidak pernah tau selera dan kemampuannya dalam membeli sesuatu.
  • Selera Fashion setiap individu berbeda-beda, jadi lebih baik kita menawarkan produk yang beragam yang dapat mewakili semua selera dan kemampuan calon pelanggan untuk membeli.
  • Modal minimum ideal untuk memulai usaha ini adalah Rp. 1.000.000.
  • Untuk memudahkan pemasaran, selalu ikuti keinginan konsumen. Misalnya di PT tempat saya bekerja, orang terbiasa membeli barang dengan cara mencicil, maka saya mengikuti permintaan dengan mengkreditkan produk fashion saya 2 kali bayar.
  • Jangan pernah takut untuk memulai suatu usaha, tetap percaya bahwa tuhan akan memberikan jalan yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Kejadian tersebut merupakan sekelumit kisah yang kami bagikan, besar harapan kami ada sebagian pembaca yang terinspirasi untuk memulai suatu usaha, apapun itu asalkan bermanfaat. Bagi yang berminat untuk mencoba menjalankan usaha menjual produk pakaian atau produk fashion lainnya, baik yang MLM Fashion atau non MLM, silahkan ikuti terus update blog ini, atau mendaftar sebagai pelanggan melalui pendaftaran RSS di form kanan atas.